PERGERAKAN HARGA DINAR DALAM 24 JAM

Jumat, 06 Juli 2012

Resume “Seminar Inspirasi Sukses Memulai Suatu Usaha” oleh Bpk Muhaimin Iqbal Ahad, 01 Juli 2012 di Masjid Takhobbar.


Salah satu peringatn Allah SWT kepada kita dan sebagai bentuk respon langsung kita atas peringatan Allah : “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya…” (QS 4:9).

Kita sadar bahwa  kita-lah yang diberi tugas oleh Allah untuk memakmurkan bumi , bukan orang lain. Bukan para konglomerat kapitalis, bukan investor asing – tetapi kita semua yang mendapat tugas itu. Darimana kita tahu bahwa itu tugas kita, bukan tugas orang lain ? karena firmanNya ditujukan langsung ke kita :

"…Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya..." (QS 11 : 61)

Abdur Rahman bin ‘Auf  tercatat dalam sejarah Islam menjadi orang yang amat sangat kaya di negeri yang baru  Madinah sampai akhir hayatnya – meskipun ketika dia berhijrah, dia tidak membawa hartanya yang dia tinggal di Mekah.

Bukan hanya kaya raya, dia juga termasuk salah satu Sahabat yang dijamin masuk surga. Artinya perdagangan yang dia lakukan sampai membuatnya kaya, tidak melanggar sedikit-pun ketentuan syariat agama ini. Sebab bila ada sedikit saja yang dia langgar, kemungkinannya dia tidak bisa dijamin masuk surga.

Dalam rangka memulai suatu Usaha ada 7 langkah yang perlu kita perhatikan yaitu :
1.    Iqra : Baca
Pandai membaca peluang yang ada, dan harus fokus melihat pergerakan kebutuhan masyarakat.

2.   Intelligent : Kecerdasan dalam membaca peluang dari berbagai informasi yang diperoleh, Kita harus bisa menafsirkan informasi, siapa  yang bisa menafsirkan akan menjadi petunjuk dan hanya orang cerdas yang bisa merangkainya

3.   Intuisi : perasaan (naluri)
Pengusaha melakukan sesuatu sebelum informasinya komplit, karena kalau sudah komplit akan telat karena sudah dikembangkan oleh orang lain. Oleh sebab itu intinya pengusaha harus bergerak cepat , menggerakkan intuisi tidak perlu menunggu info komplit. Kita terbiasa menunggu orang lain berhasil dulu baru yakin memulai usaha.
Mengandalkan perasaan itu penting, jangan  ikut anut grubyuk.

 4.     Ilham : Berbisnis sesuai syariat Allah,
Memisahkan antara taqwa dan jujur. Jika memulai suatu usaha, maka usaha harus dianggap sebagai ibadah, sehingga akan memperjuangkannya  dengan luar biasa, usaha itu akan sangat bermakna, hingga jika mati dalam menjalankan usaha tersebut berarti mati dengan kondisi bribadah, Artinya usaha dalam rangka mencari Ridha Allah, yakni bagaimana melengkapi kebutuhan masyarakat agar mereka tidak terjajah, membebaskan masyarakat dari penjajahan ekonomi. Memperjuangkan usaha untuk ummat dan memperjuangkan untuk mencetak generasi yang kuat (sesuai surat An Nisa, hendaknya tidak meninggalkan generasi yang lemah)

5.     Inisiasi,  Rencana benar-benar dilaksanakan, Kita harus meninggalkan zona nyaman, dengan memulai usaha. Cara terbaik untuk melawan rasa takut berwirausaha : nyebur dalam dunia wirausaha. Wirausaha itu seperti huruf J, jadi pasti ada turunnya (dead value) kemudian baru naik. Agar tidak kapok berusaha ketika dalam kondisi dead value, hendaknya bergabung dalam komunitas, agar ada yang menguatkan dan tempat sharing untuk membahas permasalahan dalam wirausaha

6.      Istiqomah, Untuk mengispirasi kita dalam berusaha ada cerita tentang siti hajar,  tujuh  kali naik turun bukit mencari air. Sedangkan kita jika mengalami sesuatu yang berat adalah suatu yang wajar karena yang kita cari bukan hanya air. Maka ketika gagal jangan menyerah karena belum 7 kali dst.

7.     Insya Allah, Kehendak Allah adalah keniscayaan, maka kita harus yakin jika berwirausaha karena Allah hasilnya akan baik. Kita harus membaca kehendak Allah, jaminan Allah dalam Alquran bahwa Riba akan hancur dan sebaliknya shadaqoh akan menyuburkan . Selain itu kita diperingatkan oleh Allah agar kita takut meninggalkan generasi yang lemah, maka ketika ada peringatan pasti ada jawaban di ayat yang lain.

Empat hal yang harus dikuasai ketika berwirausaha
1.     Akses terhadap sumberdaya
    Sumberdaya meliputi : alam dan manusia. Sebagaimana kita ketahui bahwa makanan terlezat didunia ditetapkan adalah : 1. Rendang, 2. Nasi Goreng,  14. Sate. Akan tetapi  ketika kita tidak menguasai asset sumber daya : banyak resto makanan khas Indonesia diluar negeri, tapi pekerjanya tidak ada satupun orang Indonesia

2.       Sumber modal
      Kita selalu mengklaim bahwa kita tak punya dana dan mengkambinghitamkan modal, Padahal uang pihak ke 3 (bank) , sesungguhya adalah uang kita. Ketika kita menaruh uang di bank maka kita melakukan 2 riba. Maka jika mempunyai dana lebih sebaiknya dipinjamkan kepada saudara sendiri (syirkah) dengan ketentuan sesuai syariat dan ada pencatatannya.

3.       Akses pasar
      Kondisi saat ini pasar dikuasai oleh yahudi, dimana ada monopoli. Hendaknya pasar seperti yang dibuat oleh Rasul “jangan dipersempit dan jangan dibebani”

4.     Kuasai nilai (pertahankan nilai), 
    Yahudi ingin umat islam miskin agar mudah dikuasai, sehingga membuat system keuangan yang menguasai semua (system inflasi dll). Dan uang yang dipakai mempunyai waktu paruh 4,3 tahun sehingga nilainya pasti menurun, Maka dalam islam digunakan emas dan perak yang nilainya tidak pernah turun. Supaya kita tak termiskinkan maka kita harus mempertahankan nilai, dan kita harus berjamaah. Ingin sukses jangan sendirian, bersedekahlah untuk membantu saudara dan saling mempercayai. Agar bisa saling percaya perlu dibangun karakter al :
Karakter nabi musa (qowiyyun amin)
Karakter nabi yusuf (hafizdun alim)


Catatan :
Untuk menambah khasanah dalam menunjang atau memotivasi berwiraswasta kami menyediakan Buku2 :
Ayo Berdagang, InspiringOne, Kambing Putih bukan kambing Hitam.
Pemesanan bisa menghubungi 031-70503435





Senin, 02 Juli 2012

Sukses Tidak Sendirian…


KATEGORI : ENTREPRENEURSHIP
Monday, 02 July 2012 07:02
Oleh : Muhaimin Iqbal
Beberapa jam lalu ratusan juta pasang mata dari seluruh dunia perhatiannya tertuju pada  Olympic Stadium  di kota Kiev – Ukraina. Saya sendiri bukan penggemar bola, tetapi pertandingan final sepak bola piala Eropa ini saya saksikan juga dengan ngantuk-ngantuk bukan karena saya ingin melihat bolanya – tetapi saya ingin menyaksikan bagaimana sebuah sukses dibangun. Spanyol yang menang telak 4-0 atas Italy, memberikan sebuah visualisasi yang indah tentang sebuah sukses ini.

Tidak seorang pemain-pun bisa menggiring bola sendirian dari ujung ke ujung karena pasti mendapatkan hadangan dari lawannya, jadi dia harus bekerjasama erat dengan sejumlah pemain lainnya. Tidak penting siapa yang akhirnya berkesempatan menendag bola ke gawang lawan, tetapi seluruh team harus focus mengarahkan bola menuju kesana – untuk mencetak goal.

Contoh lain adalah Thomas Alva Edison yang dikenal sebagai penemu sejumlah peralatan yang mempengaruhi kehidupan manusia modern – diantaranya lampu pijar, dia sering dikira sebagai seorang jenius yang bekerja sendirian di laboratoriumnya. Yang sebenarnya terjadi adalah dia tidak sendirian, dia memiliki sekitar 30-an asisten yang sangat berpengalaman. Di antara asisten-asisten ini ada yang ahli kimia, ahli matematika, ahli fisika, para insinyur dan bahkan juga ahli meniup kaca.

Sukses adalah sebuah mata rantai yang tersambung satu sama lain dan tidak boleh ada satu mata-pun yang terputus. Menyambung mata rantai inilah yang dilakukan oleh Thomas Alva Edison, seperti juga yang dilakukan oleh Vicente Del Bosque pelatih ‘Tim Matador’ – ketika merangkai satu demi satu ‘mata rantai’ pemain unggulannya untuk menjadi juara pada final piala Eropa tersebut di atas.

Membangun sukses dalam bidang apapun memerlukan orang-orang seperti Thomas Alva Edison, Vicente Del Bosque dlsb. yang bisa merangkai satu demi satu keunggulan menjadi sebuah mata rantai unggul. Ketika satu per satu keunggulan tersebut masih berdiri sendiri tanpa terangkai, maka itu tidak berarti apa-apa. Sehebat apapun seorang pemain bola, dia sendirian tidak akan bisa memenangkan pertandingan bila team-nya memble.

Dibidang makanan misalnya, Survey CNN tahun lalu menempatkan   dari 50 makanan terlezat di dunia adalah makanan yang berasal dari negeri ini. Rendang menduduki urutan pertama, nasi goreng di urutan kedua dan sate di urutan 14. Tetapi keunggulan dalam rasa ini tidak berarti apa-apa karena kita tidak atau belum berhasil menyusun rantai suksesnya sehingga rendang, nasi goreng dan sate belum menjadi industry makanan yang mendunia – yang berasal dar negeri ini.

Tidak sulit untuk membuat rendang yang paling enak, demikian pula nasi goreng istri saya saja tidak ada duanya rasanya (menurut saya), berpuluh jenis sate yang enak-enak semua ada di negeri ini – tetapi semuanya (masih) berjalan sendiri-sendiri.

Untuk menjadi industry makanan yang paling lezat di dunia, rendang, nasi goreng dan sate perlu ditunjang oleh segudang ‘team’ yang unggul lainnya. Team yang menyiapkan kontinyuitas bahan yang berkwalitas, team yang menyusun dan mengawasi standard operation procedure, team yang menjalankan promosi, mengurusi aspek legal, menjaga kwalitas SDM dlsb.dlsb. Hanya setelah mata rantai keunggulan ini terangkai rapi dan tidak terputus - rendang, nasi goreng dan sate bisa menjadi industri makanan unggul di dunia – bukan sekedar kelezatan rasanya saja yang unggul.

Keunggulan-keunggulan lain di negeri ini berjibun, mulai dari ilmu pengetahuan, kekayaan alam, keragaman budaya, keindahan alam, luasnya lautan,  keaneka ragaman hayati, letak geografis dlsb.dlsb. Hanya saja keunggulan-keunggulan tersebut masih berdiri sendiri-sendiri, belum cukup tangan-tangan terampil yang merangkainya menjadi mata rantai sukses bagi negeri.

Karena sukses itu tidak bisa sendirian, maka berjama’ah membangun sukses itu menjadi suatu keharusan. Bagi Anda yang ingin bergabung dalam mata rantai sukses ini, insyaallah 10 hari terakhir Ramadhan nanti kami akan kembali i'tikaf di Masjid Daarul Muttaqiin di Jonggol, sambil mentadaburi ayat-ayatNya – kita ingin merangkai jalan untuk bisa sukses di dunia dan di akhirat. InsyaAllah !